Menjadi Guru Yang Berkarisma



Dalam dunia pendidikan peran guru adalah sangat penting karena guru merupakan panutan atau teladan bagi para murid. Namun tidak semua guru memiliki karisma yang dapat menyedot perhatian muridnya sehingga untuk mendengarkan gurunya mengajarpun sangat enggan sekali sehingga guru sebagai salahsatu contoh keteladan di sekolah tidak tercapai.
Lalu bagaimana menjadi guru yang berkarisma?
Sebelumnya saya akan perjelas dahulu arti karisma, menurut kbbi (kamus besar bahasa Indonesia) karisma adalah keadaan atau bakat yg dihubungkan dng kemampuan yg luar biasa dl hal kepemimpinan seseorang untuk membangkitkan pemujaan dan rasa kagum dr masyarakat thd dirinya.
Kata Karisma berasal dari bahasa Yunani Charizethai yang berarti pemberian Tuhan yang menampilkan sesuatu yang lain dari seorang manusia baik itu berupa keangunan, kecantikan dan kebaikan serta keuletan. Maka bisa disimpulkan, bahwa karisma adalah sebuah konsekuensi perbuatan positif yang memancar dari diri seseorang.

Perlunya Kelas Parenting di PAUD/RA/TK/BA



Saat ini, Ditjen PAUDNI juga mendorong perluasan PAUD holistik-integratif melalui Pos PAUD dan BKB (bina keluarga balita), dan satuan PAUD lainnya. Program ini mampu mengoptimalkan kecerdasan anak sesuai dengan tahap kembang anak, dan memberikan kesiapan mengikuti pendidikan lebih lanjut.

Seperti diketahui PAUD terbagi menjadi 3 yaitu PAUD Formal, Non Formal dan Informal dan usianya mulai 0-6 tahun.Terkait pendidikan karakter, Ditjen PAUDNI juga meningkatkan pelayanan pendidikan kepramukaan dalam rangka membangun karakter anak melalui peningkatan mutu dan kompetensi pembina dan pelatih pramuka. Ditambah dengan penguatan program pengasuhan (parenting) di satuan PAUD melalui pelatihan parenting bagi orangtua yang memiliki anak usia 0-2 tahun.Dan kelas parenting di lembaga PAUD/RA/TK/BA.



Mengapa pelatihan parenting penting dilakukan?. Di kelas parenting orangtua diikutkan dalam pelatihan-pelatihan untuk mengenal pembelajaran di PAUD sehingga mereka tidak melepas begitu saja pengurusan tumbuh kembang si anak kepada lembaga PAUD.

Diharapkan pula orangtua aktif dalam kegiatan belajar mengajar sebagai "guru tamu" yang diadakan di sekolah. Jika hal demikian dilakukan, saya yakin komunikasi yang harmonis akan terjalin antara sekolah, guru dan orangtua.

Bila anda ingin mengadakan kelas parenting, saya akan membantu bersama teman-teman alumni Akademi Trainer "Jamil Azzaini"   meluangkan waktu datang ke tempat anda.
Silahkan hubungi : 0881-68311-53 (wa) atau pin 325D598C 

ILMU KOMUNIKASI BAGI GURU

Komunikasi sering kita dengar ataupun kita ucapkan disetiap kegiatan kita. Komunikasi yang baik maka tujuan dari komunikasi itu pun dapat terwujud. Namun bagaiman bila terjadi mis-komunikasi? (miscommunication). Yap, pastilah akan timbul kesalahpahaman. Bahkan bisa terjadi permusuhan yang mungkin berakhir dengan kejadian yang tidak diinginkan.
Dilihat dari hal tersebut diatas, maka penting bagi seorang guru memiliki kemampuan ilmu komunikasi yang kegunaannya untuk bisa menyampaikan tujuan pembelajaran pada anak.
Coba teman-teman bandingkan ketika melihat guru yang pandai berkomunikasi dengan orangtua, dia akan bertutur kata dengan baik, memiliki attitude, disenangi orangtua dan pastinya murid-murid selalu menunggu kehadirannya. Lalu disisi lain ada guru yang hanya jual image berwibawa tetapi ketika ada perbincangan dengan orangtua, guru tersebut tidak mendapat respek dan menemui kendala untuk menyampaikan tujuan pembicaraannya.
Ada beberapa hal yang dapat diperhatikan bila ingin mempunyai komunikasi interpersonal yang baik, yaitu:
a. Makna dari komunikasi
b. Membangun kepercayaan
c. Memiliki sikap sportif
d. Sikap terbuka

Hubungan interpersonal perlu ditumbuhkan dan ditingkatkan dengan memperbaiki hubungan dan kerjasama anatara berbagai pihak, tidak terkecuali di lembaga pendidikan yang didalamnya terdapat unsur pendidik, peserta didik dan lembaga pengelola.

Semoga tulisan in bermanfaat bagi rekan guru semua, salam cerdas mulia.



wiwik suryandarini
follow me at @wiwik_wsurya74
  

Rihlah Guru se-Jakarta Pusat

Tanggal 29 April 2014, adalah hari yang ditunggu oleh para guru RA se Jakarta Pusat, karena tanggal ini kami akan mengadakan rihlah ke taman wisata waduk jatiluhur di jawa barat. Dari mulai persiapan untuk berangkat esok harinya hingga persiapan untuk belanja oleh-oleh (harap maklum mak sayang keluarga).

Kebersamaan telah terlihat saat teman-teman berlapang hati menunggu guru yang terlambat datang. Kami berangkat dari RA Darussa'adah di jalan LetJen Suprapto Jakarta Pusat pukul 07.00 pagi, semua terlihat gembira dan semua bersenda gurau. Tujuan dari rihlah ini adalah mengajak guru guru bersenang-senang dan lebih mempererat silaturahim..

Didalam bis kami bernyanyi, bersenda gurau dan mengobrol sampai tak terasa sudah ada di gerbang pintu masuk wisata jatiluhur.

Sebelum acara bebas kami mengadakan acara seremonial yang berupa sambutan penasehat IGRA Jakarta Pusat Ibu Hj, Nurma Khaerudin, sambutan ketua IGRA Jakarta Pusat Ibu Fitri Ratna Ningsih dan evaluasi kegiatan porseni oleh bapak Arif Saifulmillah, S.Pd.I.

Setelah acara seremonial selesai, kami semua mulai bersiap untuk berenang dan ada juga yang berperahu melihat keindahan di waduk jatiluhur. Teman-teman guru yanng membawa anaknya mengajak mereka berenang termasuk saya. Saya membawa anak ke 3 yang bernama cinta negeri, ia senang sekali berenang dan ia mampu berada di air dalam 3 jam. Dan yang mengangkatnya dari kolam renang itu kepala RA Dirgantara ibu Neng, karena pakaian tertinggal maka saya tidak dapat berenang menemani cinta. Ada anak bu guru lainnya yang 1 jam pemanasan di tepi air untuk menemukan mood renangnya dulu, hahaha...lucunya cara anak mencari mood mereka namun begitulah dunia anak.

Acara selesai jam 3 sore, kami semua bersiap-siap pulang menuju bis yang setia menunggu kami. Alhamdulillah semua berjalan lancar dan semua guru senang dengan perjalanan ini, semoga tahun depan kami bisa mengajak lebih dari 81 guru, amin.

Sampai di jakarta pukul 7 malam di tempat yang sama dengan keberangkatan kami RA Darussa'adah. Raut wajah senang dan lelah terlihat jelas di wajah guru guru. Terima kasih teman-teman hari ini telah menyediakan waktu kalian untuk kita bisa bersilaturahim dan mempererat tali persaudaraan kita, semoga Allah senantiasa memberikan keberkahan kita dalam mengajar serta selalu memberikan jalan keluar bagi kesulitan kita semua, amin.

Secara pribadi dan organisasi sekali lagi memohon maap bila ada kekurangan dalam perjalanan ini, We are the best. IGRA JAKARTA PUSAT.....IGRA...IGRA....YES!

Follow me at @wiwik_wsurya74





Pembelajaran Sentra Bahan Alam

Disini saya hanya ingin sharing tentang Sentra Bahan Alam, semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman semua.
Sesuai nama sentranya Bahan Alam maka yang berada disini adalah semua benda yang berasal dari alam, contohnya : air, biji-bijian, berbagai jenis macam batu, dan sebagainya.
Apa aja yah yang diajarkan di sentra Bahan Alam ini ?
Sentra bahan alam mengajarkan kepada anak tentang berbagai macam sains. Dan pengenalan sains untuk anak usia dini lebih ditekankan pada proses daripada produk. Proses sains dikenal dengan metode ilmiah yang secara garis besar meliputi :
1. Observasi
2. Menemukan masalah
3. Melakukan percobaan
4. Menganalisa data
5. Mengambil kesimpulan

Metode NO LOSE

Metode ini saya dapatkan saat menjadi peserta Komunikasi Pengasuhan Anak (KPA) dari salah satu trainer Komunitas cinta keluarga Bunda Rani.
Metode ini mejadi salah satu metode yang dapat kita terapkan saat kita menerapkan komunikasi yang baik untuk ananda.
Metode NO LOSE ini terdiri dari 6 langkah yaitu sebagai berikut :
1. Pemisahan Masalah, disini sebagai orangtua kita harus dapat memisahkan mana yang menjadi masalah anak dan mana yang menjadi bagian masalah orangtua. Misalnya anak balita kita memperebutkan sesuatu maka jangan kita membela lebih dahulu salah satu anak (masalah anak) tetapi diamkan saja sambil kita lihat seberapa jauh mereka memperebutkannya. Jika sudah agak membahayakan salah satu anak barulah kita memisahkannya (masalah orangtua)

Bermain Lilin (Plastisin) pada Anak Usia Dini

Kreativitas pada anak usia dini sangat tidak terbatas. Daya cipta mereka sungguh tinggi jadi amaat disayangkan bila hal tersebut tidak dikembangkan secara optimal oleh guru di sekolah. Dengan bermain plastisin ini, anak belajar meremas, menggiling, menipiskan dan merampingkannya, ia membangun konsep tentang benda, perubahannya dan sebab akibat yang ditimbulkannya. Ia melibatkan indra tubuhnya dalam dunianya, mengembangkan koordinasi tangan dan mata, mengenali kekekalan benda, dan mengeksplorasi konsep ruang dan waktu.