Gurindam

Jika melihat tulisannya, pasti menebak adalah bagian dari pelajaran bahasa Indonesia. Namun Gurindam yang satu ini adalah singkatan dari Guru Inspiratif Idaman yaitu sebuah komunitas berbagi dan menginspirasi.
Siapapun dapat berbagi disini dan pesertanya pun tidak dibatasi hanya berprofesi sebagai guru, apapun profesi yang digeluti dapat hadir disini. Mengapa?
Suatu saat kami mengundang Bunda Zhakiyah seorang Inspiring Mom's, maka pesertanya tidak hanya dari kalangan guru namun ada dari profesi desainer dan juga karyawati.
Insya Allah kedepannya Gurindam menjadi komunitas yang dapat memberikan konstribusi bagi negeri.


Jadwal selanjutnya insya Allah kami akan berbagi dan menginspirasi di bulan September 2016 dengan materi yang berbeda di setiap pertemuanya.
Mohon doakan kami agar dapat istiqomah yah.

@wiwik_wsurya74
info lanjut : 08816831153 / 325D598C

Tentang Ilmu



Sebuah blog mengelitik hati saya untuk kembali menulis tentang ILMU.
Sebagai seorang yang berprofesi sebagai guru, pastinya tidak lepas dari belajar dan mengajarkan ilmu kepada anak didiknya. Namun ada hal-hal lain yang seharusnya mampu kita renungi agar tidak menjadi tinggi hati karena sejatinya seorang guru adalah manusia pembelajar yaitu manusia yang harus mau belajar dan belajar untuk menambah pengetahuannya.

Berikut tulisan tentang ilmu yang didapatkan dari buku MUHAMMAD SAW THE GREATEST INSPIRATOR & MOTIVATOR KARYA : DR. MUHAMMAD SYAFII ANTONIO, M.Ec.

1. ILMU ADALAH CAHAYA


Pembaca akan memahami bahwa ilmu yang bermanfaat laksana cahaya penerang, "Al Ilmu Nurun" artinya ilmu adalah cahaya (perkataan Imam Syafii). dengan ilmu kita dapat membuat rencana, arah dan tujuan hidup. dengan ilmu pula manusia bisa mencapai kesuksesan dan kebahagiaan. Dengan ilmulah kita tahu cara cara terbaik yang harus diterapkan dan sikap terbaik yang harus ditunjukkan, baik ketika memulai, selama proses berlangsung dan cara menghadapi kendala dan memperjuangkannya.

2. ILMU ADALAH ENERGI DAN KEKUATAN

Sebuah kisah di jaman Nabi SAW yang jarang dikisahkan dibuku lain adalah ketika usai perang Badar. Rasulullah pernah mensyaratkan pembebasan bagi tawanan perangnya yang tiada berharta tapi pandai membaca dan menulis. untuk mengajari sepuluh anak muslim di Madinah. setiap sepuluh orang yang mereka ajari secara baik hasilnya mereka berhak memperoleh kebebasan.
Gagasan ini dilandasi pemahaman betapa pentingnya membaca dan menulis sebagai sarana untuk membuka serta menggali ilmu lainnya dan menyiarkannya demi kemajuan Islam.

 3. ILMU ADALAH TOOL DAN SARANA UNTUK KEMUDAHAN KERJA DAN KEBAHAGIAAN HIDUP

Filsuf Yunani Plato (427SM-347 SM) mengatakan, bahwa "Pelajaran dan pengetahuan yang kita miliki tidaklah lebih banyak jika dibanding dengan ketidaktahuan kita". dengan kalimat yang lebih indah, agar manusia mendapat kemudahan kerja dan kebahagian hidup, Rasulullah memerintahkan umatnya untuk menuntut ilmu sejak dari buaian hingga ke liang lahat.

4. ILMU YANG BAIK, YANG DITERIMA DENGAN HATI BAIK AKAN MENJADI PEMILIKNYA BERPERILAKU BAIK.

Orang tersinari hatinya oleh cahaya nur illahi akan bersikap rendah hati (tawadhu), dan untuk menjadi tawadhu membutuhkan kekuatan (power)  hati dalam menundukkan kesombongan. ilmu pengetahuan sejatinya membentuk karakter pribadi yang berakhlak mulia, berpikir positif  serta berbuat konstruktif.

5. ILMU TERBAIK BUKAN UNTUK DIPAMERKAN TETAPI UNTUK DIAMALKAN DAN DIAJARKAN

Rasulullah bersabda "Janganlah kalian menuntut ilmu untuk membanggakannya, dan untuk diperdebatkan di kalangan orang-orang bodoh, dan buruk perangainya. Jangan pula menuntut ilmu untuk penampilan dalam majelis (pertemuan, rapat, diskusi, seminar) serta untuk menarik perhatian orang orang kepadamu, barang siapa seperti itu maka baginya neraka....(HR Ibnu Majjah No.253)

6. ISLAM ADALAH AGAMA ILMU DAN AMAL

Hadits yang diriwayatkan Ar-Rabii, Nabi SAW bersabda :"Tuntutlah ilmu, seseungguhnya, menunutut ilmu adalah pendekatan diri kepada Allah Azza Wa Jalla, sedangkan mengajarkannya kepada orang yang tidak mengetahui adalah sedekah. sesungguhnya ilmu pengetahuan adalah keindahan bagi ahlinya di dunia dan akhirat"

7. MENUNTUT ILMU ADALAH LIFE LONG JOURNEY

Seorang bijak berkata : Barang siapa yang menginginkan sesuatu yang berhubungan dengan dunia, wajiblah dia memiliki ilmunya; barang siapa yang ingin selamat dan berbahagia di akherat, wajiblah ia menguasai ilmunya; dan barang siapa menginginkan keduanya, wajiblah ia memiliki ilmu keduanya"..

Semoga Bermanfaat.

Lebih lengkapnya silahkan bisa ke link ini
http://blogjokowahyono.blogspot.co.id/2016/04/motivasi-islami-ilmu-adalah-cahaya-dan.html?spref=fb

Pendekatan MultiSensori Pada Anak

Ketemuan lagi dengan Multisensori yah..:)


Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, kata “multi” artinya banyak atau lebih dari satu, sedangkan “sensori” artinya panca indera. Maka gabungan kedua kata ini berarti lebih dari satu panca indera. 

Pendekatan multisensori dapat diterapkan kepada anak usia dini, anak berkebutuhan khusus, anak dileksia ataupun anak tunagrahita.

Pada dasarnya setiap anak adalah pembelajar multisensori. Sebagai contoh, ketika anak berumur usia 1 tahun, segala keingintahuannya tentang sesuatu dimisalkan Donut maka ia tidak lansung memakannya. Ia akan memegang, menjilat, meremas dan bisa pula di "pulung"  setelah terpuaskan keingintahuannya maka ia akan memakannya (lebih baik orangtua mencegahnya).

Pendekatan pembelajaran multisensori ini menggunakan alat indera, diantaranya indera visual (penglihatan), auditori (pendengaran), kinestetik (gerakan), olfotorik (penciuman), gustatorik (pengecapan). taktil (sentuhan/perabaan)

Pendekatan multisensori adalah dasar pemikiran bahwa anak belajar dengan baik ketika anak menggunakan beberapa indera. Indera yang sering digunakan yaitu kinestetik (gerak), dan taktil (sentuhan) rangsangan yang ditimbulkan melalui indera visual (penglihatan) dan indera auditori (pendengaran). 

Pendekatan multisensori dibantu dengan media yang bersifat kongkret. Pendekatan multisensori meliputi kegiatan menelusuri(perabaan), mendengarkan (auditoris), menulis (gerakan), dan melihat (visual).Untuk itu, pelaksanaan metode ini membutuhkan alat bantu (media) seperti kartu amplas, tepung,bentuk garis dan huruf yang terbuat dari kain panel, dan alat bantu lain yang sifatnya dapat diraba (konkret). 

Prinsip yang digunakan dalam menggunakan multisensori adalah :
1. Prinsip kesenangan, maksudnya dalam menerapakan pendekatan multisensori ini, suasana di kelas dalam keadaan menyenangkan. Jika perasaan anak senang maka ia akan mudah menerima pembelajaran.
2. Prinsip individual, maksudnya adalah setiap anak adalah insan yang unik, maka setiap anak berbeda kepandaian dan penerimaan materi pelajaran maka dalam memberikan layanan pendidikan anak menjadi prioritas yang harus diperhatikan. 
3. Prinsip kontinuitas, maksudnya adalah pelaksanaan pendekatan multisensori dilakukan secara terus-menerus dan terjadwal dengan melihat kemajuan anak atau bahkanmengulang kembali pelajaran yang telah direncanakan belum bias diharapkan hasilnya. Melalui prinsip kontinuitas anak akan terbiasa dengan pelajaran yang telah diajarkan.
4. Prinsip berkelanjutan, maksudnya adalah apabila anak telah menguasai materi yang telah diajarkan, maka siswa mempelajari materi pada tahap selanjutnya.

Setiap metode termasuk multisensori memiliki kelebihan dan kekurangan, sebagai guru di sekolah maupun guru yang mengajarkan anak-anak sendiri di rumah, sangat disarankan mengunakan metode multisensori ini untuk anak mulai usia 1 tahun hingga 5 tahun karena akan membantu keluwesan dalam motorik halusnya.

Semoga bermanfaat

Wiwik Suryandarini
Owner Yayasan Shifa Safitri
Founder dan Relawan Rumah Tahsin Teluk Pucung

Infaq dan shadaqoh untuk Rumah Tahsin dapat menghubungi : 08129074451

#Rumah Tahsin Teluk Pucung


sumber tulisan juga didapat dari :
https://aeelsinsight.wordpress.com
http://www.slideshare.net/ArwanEdans


Amazing Class

Tulisan ini hadir dari web.trainerlaris.com saat saya mengisi kelas online.
Semoga bermanfaat.


sumber foto : wwwsolusisehatcom
Bismillah, perkenalkan nama saya Wiwik Suryandarini, ibu dari 2 anak yang sedang menjelang remaja dan 2 anak yang masih berusia balita.
saya berprofesi sebagai guru anak usia dini dan Alhamdulillah sampai saat ini masih senang berada di dunia anak-anak.
disini kita saling sharing saja yah.
Sebenarnya ingin menggunakan bahasa yang keseharian saya memakainya, bahasa Indonesia. Kelas yang menakjubkan. Karena agar lebih gaya maka digunakan bahasa Inggris "Amazing Class"
Kelas menakjubkan adalah kelas aktif dimana bukan guru yang aktif memberi penjelasan tentang materi kegiatan, namun anak yang aktif melakukan kegiatan.
Cara belajar anak berbeda dengan cara belajar orang dewasa. Dua pakar pendidikan, Vygotsky dan Piaget sepakat bahwa anak membangun pengetahuannya sendiri melalui interaksi dengan lingkungannya.
Anak akan merasa senang belajar apabila berada dalam lingkungan yang menyenangkan dan untuk anak usia dini, bermain adalah cara mereka belajar. usia dini yang dimaksud di sini adalah mulai usia 2 tahun hingga 8 tahun.
Mengenai pro dan kontra tentang kurikulum 2013, yang saya sepakati di kurikulum ini adalah anak menjadi pembelajar yang aktif bukan guru yang aktif menjejali anak-anak dengan segudang pengetahuan yang membuat mereka akan berkata, "pusing kepala barbie"
ada 3 komponen yang mendukung kelas aktif dan akhirnya menjadi kelas yang menakjubkan adalah : 1. Guru, 2. Orang tua, 3. Sekolah
1. Guru, beliau memiliki peran penting dalam kelas ini tetapi bukan sebagai pemeran utama. Pemeran utama adalah anak didik. Guru berperan sebagai fasilitator yang menyediakan berbagai bahan kegiatan anak.
Dalam kelas ini, guru percaya bahwa memahami tujaun anak dan mendorong anak untuk mengikuti kegiatan adalah penting karena dengan menemukan tujuan anak, guru memperkuat inisiatif anak. Kegiatan dapat berupa : Plan work recall time, small group time, large group time, out side time.
2. Orang tua, ayah dan bunda memiliki peran yang tak kalah pentingnya dengan kegiatan di kelas menakjubkan ini. Karena di kelas ini tidak seperti yang dibayangkan oleh mereka. Di kelas ini anak menjadi peneliti handal dalam versi mereka.
Agar memahami kelas ini, biasanya ayah atau bunda diundang untuk mengikuti kegiatan sebelum jadwal anak aktif sekolah. sehingga tidak menimbulkan salah paham di kemudian hari dengan kegiatann yang dilaksanakan di sekolah. Pada mulanya akan terasa sulit dipahami oleh masyarakat (orang tua) namun Insha Allah mereka akan senang ketika mengetahui tujuan kegiatan didalam kelas ini.
3. Sekolah, dukungan kegiatan didalam kelas akan berjalan dengan lancar bila antara pihak guru dan pihak sekolah saling bersinergi mewujudkan kelas menakjubkan ini. Sekolah mendukung guru meningkatkan kompetensi yang ada dalam dirinya. Visi dan misi sekolah ada karena adanya kerjasama dan komunikasi.
bila kelas menakjubkan tercipta maka sekolah menakjubkan pun akan terbentuk dengan sendirinya.
Sekolah hebat ada karena adanya guru yang hebat. Guru yang hebat ada karena adanya murid yang hebat.
Demikian yang dapat saya sharing malam ini. saya kembalikan mic ketikan ini pada minyu kembali.
Sesi tanya jawab:
Imam Mukhlasin
T: Namun, ketika suasana kelas aktif dalam kategori hipper, bagaimana...apa yg sebaiknya dilakukan pendidik... ya bu..aktifnya anak sangat sangat luar biasa...terkadang guru sering mati langkah, dan lebih cendurung memarahi muridnya...
J: pengalaman saya ketika memiliki 2 anak hiperaktif didalam kelas saya adalah saya memberikan kegiatan dengan porsi lebih dibandingkan anak yang biasa. atau meminta mereka membantu kegiatan temannya yang belum selesai. Bukan membantu menyelesaikan kegiatan yah, namun meminta bantuan mereka untuk membimbing temannya.
nefrijanti
T: jika saya boleh sampaikan, materi bu wiwik, menceritakan hal yang sangat ideal. Kenyataannya, mengundang walimurid hadir dipertemuan sekolah, sangat tidak mudah. Awal tahun ajaran diudang tidak hadir, saat bagi raport juga sdikit yang datang. apa kiat ibu agar orang tua mau terlibat aktif?
J: kiat saya sederhana bunda, menelpon mereka satu-persatu.
T: ooo oke... boleh berbagi bu wiwik, berapa persenbisa hadir jika di telp ? maaf ya? pengen tahu banget... karena soal kehadiran orangtua benar-benar hal penting untuk sekolah2 dengan anak berkebutuhan khusus.
J: saya tidak menggunakan komunikasi di bbm atau wa, kawatir nanti hasilnya sama. saya gunakan tehnik selling di saat mengundang mereka:-D
Ahlan Riyandi
T: terima kasih atas ilmunya mbak, kebetulan saya baru 5 bulan jadi guru di bimbel, masih perlu banyak belajar jadi guru. Pertanyyan saya, Bagaimanakah cara menangani siswa yang cenderung malas belajar dalam artian sering main HP, sering keluar, kurang fokus di kelas??
J: @Pak Ahlan, saya tidak pernah mengajar di Bimbel, namun saya masih mengajar di TPA (Taman Pendidikan Alqur'an) yang berusia 12-15 tahun, memang agak susah yah, namun saya pernah memberi kegiatan mereka untuk mencari jawaban melalui internet yang ada di hape mereka, dan mereka enjoy melakukannya. dan sepertinya harus dites MK pak untuk setiap murid bimbelnya agar mengetahui gaya belajar mereka. karena setiap anak mempunyai keunikan gaya belajar, bahkan saya dan suami pun memiliki gaya belajar yang berbeda. tes MK ini bisa melalui tes Stifin (sambil tunggu sponsor stifin...hehehe)
T: R: Iya mbak, apalagi kalo yang sering keluar kelas, hehe. Kbtlan sya ngajar IPA SMP mbak. Penanganan siswa di sekolah dan bimbel beda strategi ya mbak??
J: untuk bimbel bukannya lebih leluasa pak? mereka bisa diberikan tugas IPA yang bahan jawabannya ada di internet dan bapak tinggal memberi keterangan tambahan sebagai penguat.
T: R: maksud saya menangani siswa di bimbel agar lebih semangat belajar begitu maksudnya mbak. Itu apakah ada saran atau tips atau strategi khususnya mbak? hehe
Budi Prasetyo
T: Membimbing itu konkretnya seperti apa ya mba? ada contoh?
J: membimbing yang dimaksud, bila ada temannya atau kelompok yang belum selesai, anak hiperaktif itu bisa memberi contoh sehingga merekapun tidak menganggu teman lainnya. Contoh : bila ada kegiatan melipat, biasanya anak ini lebih cepat dari anak yang lain.

Multisensory Teaching

"Kok anak saya belum bisa baca padahal sudah usia 6 tahun?"
"Kenapa anak saya belum kenal huruf yah?"
Hasil gambar untuk arti multisensory learning
Kesulitan anak dalam kemampuan bahasa tersebut dapat diatasi dengan menggunakan metode multisensori.
Menurut istilah dalam kamus bahasa Indonesia, arti "multi" adalah banyak atau lebih dari satu, sensory adalah panca indera, sedangkan teaching adalah mengajar. Sehingga arti multisensory teaching adalah cara mengajar yang menggunakan seluruh kemampuan panca indera anak. 
Sebenarnya pembelajaran multisensori ini dapat dilakukan oleh orang-orang terdekat anak bukan hanya guru di sekolah. Anak berada di lingkungan sekolah sekitar 3 atau 4 jam sedangkan selebihnya ada dalam pengasuhan orang tua. Lalu bagaimana cara orang tua menggunakan pembelajaran multisensori ini pada anak?
Saya akan memberikan contoh sederhana yang dapat dilakukan, tapi orang tua harus mengingat 4 hal ini : LIHAT, DENGARKAN, LAKUKAN, RASAKAN.
Contohnya adalah saat akan mengenalkan huruf "a".
1. Lihat : Perlihatkan kepada anak selembar kertas yang bertulis huruf "a".
2. Dengarkan : Ucapkan huruf "a" dengan vokal yang jelas dan contoh yang jelas seperti a-pel, a-pi bukan ang-gur dan sejenisnya karena akan mempengaruhi pikirin anak.
3. Lakukan : Maksud lakukan di sini adalah anak diminta menulis di udara bukan di kertas.
4. Rasakan : Buatlah terlebih dahulu bentuk huruf a dari sesuatu yang kasar atau menonjol dari alasnya dan meminta kepada anak untuk merasakan garis atau pola huruf "a" tersebut.
Kegiatannya bisa orang tua kerjakan saat weekend jika keduanya bekerja atau jika salah satu yang bekerja maka peran orang tua yang berada di rumah mengajaknya bermain kegiatan multisensori ini. Tidak perlu bahan mahal untuk membuat pola huruf "a" tersebut, cukup membeli amplas lalu dibentuk seperti huruf "a" dan tempelkan di bekas  karton/kardus.
Kegiatan ini diharapkan rutin sehingga harapan orang tua agar anak dapat membaca sebelum jenjang selanjutnya dapat terpenuhi.
Kegiatan pembelajaran multisensori ini dapat dilakukan oleh siapa saja walau bukan anak usia dini sebagai peserta kegiatannya. Silahkan berimajinasi kasus dengan menggunakan multisensori teaching sebagai jawabannya.
Salam,
"Jadilah Pendidik yang Luar Biasa sebagai Kunci Sukses Hidupmu"
Pin 325D598C, Hp/wa : 08816831153 
Inpirasi tulisan : dari berbagai sumber.

Tulisan ini dapat dibaca juga di trainerlaris.com

Kurtilas di PAUD

Salam.
Sudah lama mendengar tentang Kurtilas (Kurikulum 2013) untuk PAUD ?
Salah satu yang saya hadirkan saat ini adalah contoh dalam RPPM yang nantinya dapat sebagai ajuan dalam menulis RPPH.
Semoga bermanfaat.

sumber data dari : Ibu Yuke (Puskur) pada saat pelatihan kurikulum di Hotel Santika Bekasi.

Gambar : dibuat sendiri

Mengelola Sekolah Dengan Bijak

Setiap diri kita adalah seorang pemimpin
Seorang pemimpin adalah pelayan 
Tugasnya adalah melayani umat dengan sebaik-baikya.
Pada masa khalifah umar bin khattab, beliau menjadi pemimpin yang sangat baik dalam melayani umatnya.

Demikian juga dengan mengelola sekolah. Orientasi kita mengelola sekolah harus benar. Dimulai dengan visi dan misi lembaga. Bukan mengharapkan masyarakat memahami, menghormati dan mengikuti keinginan kita. Namun kitalah yang harus bisa memahami masyarakat. Mengetahui kebutuhan mereka, menghormati dan melayani mereka dengan sebaik-baiknya. Bahkan, terkadang kita harus mengakhirkan kebutuhan kita pribadi.

Secara garis besar ada 3 komponen yang harus dilayani dalam mengelola sekolah:
  1. Siswa
  2. Orang tua
  3. Masyarakat

Pelayanan kepada siswa, berarti ketika mereka masuk ke dalam lembaga pendidikan yang kita kelola, kita harus melayani kebutuhan mereka. Kebutuhan siswa yang harus dilayani adalah:
  1. Kebutuhan dipahami keunikannya
Jika lembaga pendidikan atau sekolah telah berani menjanjikan pendidikan yang baik kepada orang tua, maka harus berani pula memberika guru yang sebanding. Karena jumlah guru yang ideal dapat memberikan mereka berinteraksi dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar. Seperti di Taman Kanak-Kanak/Raudhatul Atfhal 1 : 10
  1. Kebutuhan Ilmu
Ajarkan ilmu yang sesungguhnya kepada mereka walau sulit, jangan hanya mengejar “kegengsian” lembaga maka menghalalkan segala cara untuk dikatakan sekolah terbaik. Ajarkan ilmu kejujuran yang berdampak pada pembentukan karakter mereka.
  1. Kebutuhan untuk nyaman belajar
Lembaga pendidikan atau sekolah harus membuat anak betah dan nyaman di tempat mereka belajar. Nyaman juga bisa datang dari sikap guru yang ramah dan murah tersenyum serta memahami siswa. Nyaman dari gangguan siswa yang mengancam keselamatan mereka.
  1. Kebutuhan Mengaktualisasi Diri
Dengan jumlah guru yang ideal di dalam kelas maka guru mempunyai waktu untuk mencari dimana letak prestasi masing-masing siswa. Guru harus kreatif dan dapat melihat berbagai peluang serta kondisi kelas sehingga setiap anak bisa menghasilkan prestasi yang optimal
  1. Kebutuhan untuk Dihargai
Bukan hanya orang dewasa saja butuh dihargai dan dipuji. Berikan pujian dan penghargaan pada setiap prilaku mereka yang baik, karya yang mereka buat sendiri, atau bila mempunyai anggaran, sekolah dapat memberikan hadiah kepada siswa. Umumkan siapa yang taat dan disiplin, jangan katakana atau focus pada yang tidak taat atau tidak disiplin.

Pelayanan kepada guru, tidak hanya sekedar cukup memberikan gaji bulanan, namun guru pun memiliki kebutuhan yang penting.
a.                     Kebutuhan untuk dihargai
Seorang guru sangat merasa dihargai ketika ia mendapat sapaan, senyuman dan didengar pendapatnya oleh kepala sekolah. Hal tersebut bisa berarti bagi mereka bahkan melebihi gaji. Kepala sekolah bertugas menjaga semangat mengajar guru, memberi motivasi serta membantu solusi terhadap masalah yang dihadapi guru. Kepala sekolah selain menjadi atasan, dapat pula menjadi teman dan saudara bagi guru.
b.                     Kebutuhan Pengembangan Diri
Berikanlah pelatihan mulai dari skala kecil di sekolah School Based Inset hingga skala besar. Sekolah bisa bergabung dengan organisasi-organisasi guru yang mempunyai program pengembangan diri bagi guru-guru. Berikan peluang bagi guru untuk mengembangkan diri. Hal ini dapat menjadi asset yang baik untuk sekolah karena memilki guru berkualitas. Di sebuah Negara, setiap guru wajib melakukan pengembangan diri minimal 100 jam dalam setahun!

Pelayanan kepada masyarakat, walaupun kita tidak terikat kontrak apapun kepada masyarakat sekitar, namun sebagai tetangga terdekat, ada hak-hak mereka yang wajib diketahui :
  1. Mendapatkan kemanfaatan dari pendirian sekolah/lembaga pendidikan. Silahkan disesuaikan dengan kemampuan sekolah dan kebutuhan masyarakt sekitar sendiri. Contoh sederhana adalah pengetahuan tumbuh kembang anak, sekolah dapat mengundang masyarakat untuk mendapatkan sharing session dari sekolah. Selain ilmu perkembangan anak yang didapatkan oleh masyarakat, sekolah pun mendapat respon positif yang dapat menjadi nilai jual sekolah dari  pertemuan mencerdaskan masyarakat ini.
  2.  Komunikasi yang baik.
Bentuklah humas yang bertugas menjembati komunikasi dengan masyarakat. Hidup dalam satu lingkungan, pasti ada yang harus dibicarakan. Hal ini akan mengurangi konflik yang mungkin terjadi bila ada kebijakan sekolah yang kurang berkenan di lingkungan.

Bila telah memberikan hal terbaik bagi mereka, secara otomatis hak-hak pengelola dapat terpenuhi. Jadi berhentilah menuntut, tapi perbaiki layanan untuk memperoleh hak kita yang belum ditunaikan orang lain kepada kita.

Demikian hal sederhana dalam mengelola sekolah yang dapat saya sampaikan, semoga bermanfaat.

Terima kasih kepada ibu Ira atas inspirasi tulisan dari sharing di grup WA.