Metode NO LOSE

Metode ini saya dapatkan saat menjadi peserta Komunikasi Pengasuhan Anak (KPA) dari salah satu trainer Komunitas cinta keluarga Bunda Rani.
Metode ini mejadi salah satu metode yang dapat kita terapkan saat kita menerapkan komunikasi yang baik untuk ananda.
Metode NO LOSE ini terdiri dari 6 langkah yaitu sebagai berikut :
1. Pemisahan Masalah, disini sebagai orangtua kita harus dapat memisahkan mana yang menjadi masalah anak dan mana yang menjadi bagian masalah orangtua. Misalnya anak balita kita memperebutkan sesuatu maka jangan kita membela lebih dahulu salah satu anak (masalah anak) tetapi diamkan saja sambil kita lihat seberapa jauh mereka memperebutkannya. Jika sudah agak membahayakan salah satu anak barulah kita memisahkannya (masalah orangtua)

Kecerdasan Emosional pada anak


Keutamaan masa kanak-kanak mungkin sering tidak dimengerti oleh kebanyakan orang, tetapi sejak zaman dahulu para orang tua mengerti bahwa peristiwa pada masa kanak-kanak tak akan mudah untuk dilupakan. Masa kanak-kanak merupakan masa yang paling penting dalam kehidupan manusia..

Praktek Bercerita

Tulisan ini saya adalah rangkuman dari blog. kak bimo, semoga bermanfaat Praktek dalam bercerita adalah sebagai berikut 1. Tehnik bercerita didapat oleh seseorang dengan terus menimba pengetahuannya tentang tema cerita yang mau ia presentasikan di hadapan audience 2. Sebelum mulai bercerita, diharapan pendongeng mengkondisikan anak. Bisa bemain variasi tepuk, bernyanyi, tebak-tebakan dan lain sebagainya 3.Membuka awal bercerita dengan kalimat yang menggoda dan menarik bagi anak 4.Menutup cerita dengan berbagai variatif seperti evaluasi, dengan mengajak anak-anak tanya jawab seputar cerita yang baru saja mereka dengar 5. Penanganan Keadaan Darurat Apabila saat bercerita terjadi keadaan yang mengganggu jalannya cerita, pendidik harus segera tanggap dan melakukan tindakan tertentu untuk mengembalikan keadaan, dari kondisi yang buruk kepada kondisi yang lebih baik (tertib) Semoga ringkasan ini dapat bermanfaat.

Kelas Bahasa Inggris

Pada mulanya agak ragu untuk mengikuti kelas bahasa inggris ini, namun ingat waktu pelatihan WBT (wanna be trainer) Jamil Azzaini. Fasilitator saya bernama Bunda Kastini memberikan surat cintanya untukku agar terus belajar agar bisa melompat lebih tinggi "The Best Teacher". Saya akhirnya memberanikan diri meminta dosen mata kuliah di tempat saya kelola untuk memberikan waktunya untuk kami belajar bahasa inggris agar bisa lebih mengerti dalam mengajarkan kepada anak-anak didik kami. Alhamduillah, dia mau mengajarkan kami tanpa membayar asal kami mau terus belajar selama dia mengisi perkuliahan di kelompok belajar mahasiswa STAI Acprilesma Mangga Besar... semoga Allah memberikan keberkahan pada Guru Bahasa Inggris ini, amin. Singkat cerita akhirnya kami mulai belajar, tadinya kaku....tetapi makin lama makin asyik banget. kami jadi tau trik mengajar alphabet yang bisa menyenangkan buat usia 4 - 8 tahun, kami mengerti pengucapan dan mengeja bahasa inggris yang benar.....wuiih asyik banget. Ketika kami mulai latihan menyanyi....ternyata..menyanyi kami salah semua dalam pengucapan hahahaha (kami semua tertawa nga ada abisnya) tapi setelah itu merasa berdosa karena selama ini kami mengajarkan pengucapan yang kurang benar kepada anak didik kami. Yang hadir bukan hanya guru-guru sekolah PAUD-RA kami, tetapi guru kecamatan sawah besar. Satu hal yang saya sempat haru...akhirnya saya dapat membuat kegiatan yang bermanfaat bagi oranglain dan ini telah membuat saya yakin bila sayapun akan mampu mengadakan kelas-kelas GRATIS untuk para guru PAUD-RA/TK nantinya. "one day one thousand for teachers" semoga Allah mencatat ini sebagai amal ibadahku, keluarga dan orangtuaku untuk pantas bersama nabi Muhammad s.a.w, amin.

Menjadi Guru Berkarakter Islami

Menurut saya, Guru merupakan sosok yang harus dihormati dan dapat diteladani sehingga menghasilkan anak didik yang berakhlak dan cerdas, "apakah anda setuju?". Bila guru tersebut memliki karakter pastilah diapun akan menghasilkan murid yang berkarakter. Tetapi bila guru tersebut adalah guru dengan julukan "Guru Three M" yaitu guru yang memiliki prinsip 3 M (Mau ngerti, Mau kagak, Masalah gitu buat lu…) maka dapat dipastikan output muridnya seperti apa…Murid Three M yaitu murid yang memiliki 3 M (Masalah buat keluarga, Musibah buat sekolah, Masalah gitu buat lu...). Guru seharusnya sadar bahwa seorang khalifah yang diutus oleh Allah dengan memiliki sifat kenabian "Siddiq, Tabligh, Amanah, Fathonah", karena kepercayaan dan kecintaan Allah maka Allah memilih ia menjadi guru. Lalu bagaimana anda menjaga dan mensyukuri kepercayaan dan kecintaan Allah tersebut? "Jadilah Guru Yang Berkarakter Islami", dan bagaimana caranya?, Anda harus menjadi orang yang EXPERT yaitu guru. yang memiliki nilai terbaik atau lebih dari guru yang biasanya, memiliki kemahiran dalam mengajar, memiliki kompetensi terbaik sebagai seorang guru. Kompetensi pedagogik yaitu memiliki wawasan pengetahuan tentang peserta didik dan pendidikan. Kompetensi kepribadian yaitu memiliki kepribadian yang dapat diteladani oleh peserta didik maupun masyarakat. Kompetensi sosial yang menggambarkan bahwa guru juga merupakan bagian dari masyarakat sehingga ia dapat santun bergaul di masyarakat dan Kompetensi Profesional yaitu kemampuan anda dalam menguasai materi pengetahuan serta mempunyai nilai manfaat yang besar bagi dirinya, anak didiknya dan masyarakat. Yang kedua adalah menjadi orang yang mampu berbagi SHARE yaitu guru yang mampu berbagi trik-trik menarik dan menyenangkan bagi anak didik agar mereka dapat menguasai pembelajaran, berbagi trik-trik untuk menjadi orang yang bermanfaat bagi semua di masa depan mereka. Dan ketiga adalah jadilah guru yang memiliki PRESTASI, prestasi dalam hal penguasaan materi, penguasaan kelas dan prestasi dalam memiliki murid yang berkarakter sehingga masa depan negeri ini nantinya akan dipimpin oleh orang yang berkarakter serta memiliki nilai mulia di hadapan Allah karena mengajar adalah jalan seorang guru untuk mengharapkan keridhoan Allah dalam hidupnya. Jadi bila seorang guru tidak memiliki 3 hal tersebut diatas maka saya akan berkata sama seperti Suhu Jamil Azzaini : inspirasi hidup saya, motivator saya dan semoga ia mau bahkan harus mau menjadikan saya "murid bahkan trainer kubik miliknya" (ngarep.com), wahai anda yang salah memilih "TAUBATLAH PROFESI". Semoga bermanfaat. Salam Sukses Mulia. Wiwik Suryandarini Grup Anis Baswedan – WBT"12 Tweet : @wiwik_wsurya74, email : wiwiksnd@yahoo.com / wsurya74@gmail.com Blog : arenapaud.blogspot.com

Guru...Lembutkan Hatimu

Membaca koran republika hari ini jum'at 21 Februari 2013, membuat semangat menulis saya muncul. Saya sengaja membuat judul ini agar sayapun dapat terus berintropeksi diri. Dalam surat attaubah : 128 artinya berbunyi "Sungguh telah datang seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, dia sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman" Sebagai orang muslim pastilah mengidolakan Nabi Muhammad saw, maka kita selalu berusaha untuk meneladani sifat-sifat beliau. Guru mempunyai amanah mendidik dan mencetak generasi masa depan yang lebih baik. Seorang guru harus memiliki kompetensi kepribadian salah satunya memiliki sopan santun dalam bertutur kata termasuk didalamnya lemah lembut bertutur kata. Seseorang tidak bisa lemah lembut tutur katanya sebelum dia melembutkan hatinya. Anak usia dini adalah masa rentan dalam pencarian keteladanan, dia akan meniru lembut bertutur kata bila dia melihat teladan guru ataupun orangtua selaku pendidik di rumah lebut pula dalam menyapanya. Tetapi sebaliknya anakpun akan berkata kasar bila diapun mendapatkan contonh dari lingkungannya. Kita telah banyak membaca bagaimana lembutnya hati Rasulullah sehingga dakwah beliau terus berkemmbang. Bagaimana dengan kita sebagai seorang guru? Yuk...kita mulai dengan terus berusaha melembutkan hati kita agar segala yang kita ajarkan dapat terus dirasakan/diingat oleh anak didik kita. Lembutkan hati dengan selalu membaca dan mendengarkan al qur'an, meninggalkan sifat-sifat yang tidak baik, selalu intropeksi diri, menjalankan kewajiban, dan selalu menambah wawasan ilmu. Setujukah? Wiwik Suryandarini Motivator of Teacher

kognitif pada Anak Usia Dini

A. Karakteristik Anak Usia Dini Menurut UU No.20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas pada Bab I Pasal 1 ayat 14 berbunyi Pendidikan usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian ransangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan anak usia dini terbagi menjadi 2 yaitu : pendidikan dijalur formal - Taman kanak kanak, Raudhatul Athfal, Bustanul Athfal dan pendidikan di jalur non formal - Kelompok Bermain, TPA, PAUD SPS, BKB. Pada masa usia ini sering disebut masa Golden Age dikarenakan perkembangan anak pada usia ini sangatlah menentukan perkembangan anak berikutnya. Ibarat kertas putih maka coretan yang bermanfaat amatlah berkesan dan bermakna didalam kehidupan anak tersebut. Bila coretan tersebut kotor maka kotor tersebut akan berakibat pada perkembangan anak berikutnya dan amat sulit serta membutuhkan tenaga ekstra untuk dapat merubahnya menjadi bersih. Anak usia dini memiliki ciri-ciri sebagai berikut: 1. Anak belajar dengan sebaik-baiknya apabila kebutuhan fisiknya terpenuhi serta merasakan aman dan tentram secara psikologis 2. Siklus belajar anak selalu berulang dimulai dari membangun kesadaran, melakukan eksplorasi, memperoleh penemuan untuk selanjutnya anak dapat mempergunakannya 3. Anak belajar melalui interaksi social dengan orang dewasa dan teman sebayanya 4. Minat anak dan keingintahuannya memotivasi belajarnya 5. Perkembangan dan belajar anak harus memperhatikan perbedaan individual 6. Anak belajar dengan cara dari sederhana ke rumit , konkret ke abstrak, dari gerakan ke verbal dan dari ke-akuan ke social Dengan hal tersebut, maka bermain adalah suatu kegiatan yang tepat untuk anak usia dini bereksprlorasi dan belajar. Berikut ini pendapat beberapa tokoh pendidikan : 1. Mayesty (1990) bermain adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang hari oleh anak, menurut anak bermain adalah hidup dan hidup untuk bermain 2. Piaget (1990)bermain adalah suatu kegiatan yang dilakukan berulang-ulang dan menimbulkan kesenangan bagi diri seseorang 3. Patern, bermain sebagai sarana sosialisasi diharapkan melalui bermain dapat memberikan kesepakatan pembelajaran anak yang menyenangkan Berhubungan dengan hal tersebut maka pemerintah dalam UU Sisdiknasnya menganjurkan pembelajaran untuk anak TK dan SD kelas awal menggunakan system pembelajaran PAKEM yaitu Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan. Prinsip pembelajaran Anak Usia Dini : 1. Anak sebagai pembelajar yang aktif 2. Anak belajar melalui sensori dan panca indera 3. Anak membangun pengetahuan sendiri 4. Anak berpikir melalui benda konkret 5. Anak belajar dari lingkungan B. Perkembangan Kognitif Anak Usia Dini Menurut Coughlin dkk (2000) menjelaskan ciri ciri umum anaka dalam rentang usia 3-4 tahun diantaranya adalah : (1) menunjukan perilaku yang semangat, menawan sekaligus tampak kasar pada saat-saat tertentu, (2) anak mulai berusaha memahami dunia disekelilingnya, (3) pada situasi tertentu anak menjadi tampak menawan dan dapat bekerjasama namun pada saat yang lain ia menjadi pembangkang, pengatur dan penuntut (4) anak mampu mengembangkan kecerdasan bahasadengan cepat (5) secara fisik, anak memiliki tenaga yang besar tetapi rentang konsentrasinya pendek sehingga cenderung berpindah dari kegiatan yang satu ke kegiatan yang lain. Kemampuan kognitif pada usia ini adalah: • Dapat memahami konsep makna yang berlawanan • Dapat memadankan bentuk geometri dengan objek nyata atau visualisasi gambar • Dapat menumpuk balok sesuai ukuran secara berurutan • Dapat menyebutkan pasangan benda • Mampu memahami sebab akibat • Dapat merangkai kegiatan sehari-hari dan menunjukkan kapan setiap kegiatan dilakukan • Mengenali dan membaca tulisan melalui gambar yang sering dilihatnya • Mengenali dan menyebut angka 1-10 • Mencocokkan beberapa objek yang sama • Memperlihatkan aktifitas kreatif permulaan Kemampuan dan minat untuk anak usia 4-6 tahun mengalami banyak perubahanyang sangat berarti sehingga banyak hal yang layak diberikan pada usia ini. Anak usia ini senang melakukan berbagai eksplorasi terhadap segala sesuatu yang dilihatnya sehingga membangun keingintahuannya yang sangat besar pada hal tersebut. Kemampuan kognitif pada usia ini : • Menunjukkan minat dalam rasa dan perbedaan aktivitas sensori motor • Menunjukkan minat dalam angka-angka sederhana dan kuantitas kegiatan • Melakukan kegiatan yang lebih bertujuan dan mempu merencanakan suatu kegiatan yang aktif • Menunjukkan peningkatan minat dalam menghasilkan rancangan termasuk puzzle dan dalam mengkonstruksikan dunia permainan • Turut serta dalam pertunjukkan seni yang membutuhkan aksi panggung • Menunjukkan peningkatan kewaspadaan terhadap sesuatu yang nyata dalam berbagai macam bentuk, pakaian, bermain peran, dan permainan konstruktif • Menunjukkan minat terhadap alam, pengetahuan, binatang, waktu dan bagaimana benda bekerja Menurut Piaget (1972) pengenalan matetmatika sebaiknya dilakukan melalui penggunaan benda-banda konkrit dan pembiasaan penggunaan matematika agar anak dapa memahami konsep matematika. Sebagai contoh mengingatkan anak tentang tanggal dan menuliskannya di papan tulis. Pembelajaran di TK pada mulanya difokuskan hanya pada 3R yaitu reading, writing dan aritmatic atau yang sering disebut Calistung namun pada perkembangannya kegiatan di TK sekarang tidak hanya mengembangkan 3 R tersebut tetapi mengembangkan aspek anak secara menyeluruh yang disebut kecerdasan Multiple intelligences (Howard Gardner) yaitu: 1. Kecerdasan kinestetik 2. Kecerdasan intrapersonal 3. Kecerdasan interpersonal 4. Kecerdasan naturalistic 5. Kecerdasan spasial 6. Kecerdasan linguistic 7. Kecerdasan logic matematika 8. Kecerdasan musical 9. Kecerdasan emosi 10. Kecerdasan spiritual