Outline KTSP PAUD

Setiap lembaga diwajibkan untuk membuat suatu dokumen yang mencerminkan keberadaan lembaga tersebut. Dalam penyusunan dokumen KTSP ini ada beberapa hal yang perlu diperhatikan. Berikut ini adalah Outline dari dokumen KTSP yang didalamnya terdapat dokumen I dan dokumen II.

Outline KTSP RA
Naskah akhir KTSP Raudhatul Athfal yang akan dihasilkan sesuai dengan sistematika sebagai berikut :
Halaman Judul
Kata Pengantar
Lembar Pengesahan
Daftar Isi

Bagian I   PROFIL LEMBAGA
A.   Sejarah singkat lembaga RA
B.   Struktur Kepengurusan lembaga Raudhatul Athfal (penyelenggara, pengelola dan guru dan uraian tugas)
C.   Alamat dan Peta lokasi Raudhatul Athfal
D.   Status Lembaga RA (negeri/swasta, ijin operasional, akreditasi, dll)

Bagian II  DOKUMEN I
A.   Pendahuluan
1.    Latar Belakang
2.    Dasar Operasional Penyusunan KTSP RA
3.    Tujuan Penyusunan KTSP RA
B.   Visi, Misi dan Tujuan Satuan RA
1.    Visi Satuan RA
2.    Misi Satuan RA
3.    Tujuan Satuan Pendidikan Lembaga RA
C.   Karakteristik
D.   Program Pengembangan dan Muatan Pembelajaran
E.   Kalender Pendidikan dan Program Tahunan
F.    Standar Operasional Prosedur

Bagian III    DOKUMEN II
A.   Program Semester
B.   Rencana Pelaksanaan Program Mingguan
C.   Rencana Pelaksanaan Program Harian
D.   Penilaian Perkembangan Anak

Bagian IV PENUTUP

Bagian V  LAMPIRAN
1.    Kalender Pendidikan dan Program Tahunan
2.    Program Semester
3.    Rencana Pelaksanaan Program Mingguan (RPPM)
4.    Rencana Pelaksanaan Program Harian (RPPH)
5.    Penilaian Perkembangan Anak
6.    Standar Oprasional Prosedur (SOP) Layanan Anak
7.    Dll yang dianggap perlu


Sumber : Permendiknas 137 dan 146

PROGRAM TAHUNAN RA/TK/PAUD

Assalamu'alaikum

Program tahunan yang merupakan salah satu bagian dari dokumen II dalam KTSP adalah program kegiatan yang disusun oleh sekolah. Menyusun program tahunan ini biasa dilakukan sekolah disaat rapat kerja sekolah yang dihadiri oleh yayasan, kepala sekolah dan guru.

Semoga ini dapat bermanfaat bagi teman-teman.

Wassalam.

Yuk daftar Pelatihan Gurindam pada tanggal 5 Agustus 2017 di Aula Kementerian Agama Kota Jakarta Pusat tentang Kirigami. Origami, Pop Up, Sanpah jadi APE dan Perencanaan Pendidikan anak usia dini.

Bisa lansung japri ke saya di 081290744451.

Semester 1

Semester 2








Potensi dan Kertas Putih

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Ibunda Hawayati Penasehat PW IGRA Prov. DKI Jakarta.
Beliau meninggal hari ini pukul 11.15 di RS. Tarakan Jakarta Pusat.

Saya pernah mengobrol dengan beliau setelah beberapa waktu saya kehilangan seseorang yang saya cintai di tahun 2003. Dan inilah pesan yang tersirat dari beliau.  Terima kasih Bunda Hawa, kami selalu mengenang sosok pribadi ibu yang menganyomi dan seorang organisator yang bijak. Banyak hal yang diberikan kepada kami, semoga Allah memberikan tempat indah untuk bunda, aamiin.

Ada apa dengan kertas putih dan potensi diri?
Sebagai awal tulisan saya mengambil satu ayat alqur'an yang berbunyi :
 “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” (Ar Raad : 11)



Saya mengibaratkan kertas adalah potensi diri. Potensi diri yang telah diberikan oleh Allah pada setiap hamba-Nya dan tugas seorang hamba untuk mensyukurinya dengan menumbuhkan dan mengembangkan potensi tersebut.

Sebagai contoh, bila Anda mempunyai kertas putih hanya didiamkan saja untuk waktu yang lama, apa yang terjadi dengan kertas tersebut?. Tentunya kertas tersebut menjadi buram tidak putih lagi. Lalu disaat tertentu, Anda mempunyai kertas putih lalu Anda memberi gambar dan mewarnainya sehingga kertas tersebut berubah menjadi kertas bergambar yang bagus serta membuat banyak orang tertarik melihatnya.

Begitu pun dengan potensi diri yang Anda miliki, bila tidak diberikan pupuk untuk bertumbuh dan berkembang maka potensi diri tersebut tidak akan terlihat dan akhirnya Anda menjadi hamba yang tidak mensyukuri potensi diberikan Allah (semoga kita tidak termasuk golongan ini yah, aamiin).

Ada beberapa cara yang bisa menjadi acuan teman-teman untuk menghantar anak meraih sukses dengan menumbuhkan dan mengembangkan potensi diri yaitu :
1. Mengubah hati.
   Hati adalah pusat dari segala niat perubahan yang akan dilakukan. Niatkan pengembangan potensi ini untuk meraih ridho-Nya. Seperti hadist yang diriwayatkan oelh Bukhari dan Muslim, "Ketahuilah, bahwa dalam tubuh terdapat mudghah (segumpal daging), jika ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati."

2. Istiqomah dalam menjalani proses menuju kesuksesan.

3. Percaya diri, semakin Anda percaya pada diri sendiri maka kesuksesan tersebut dengan mudah diraih.

4. Percaya pada tujuan yang diraih, setelah mempunyai tujuan baik jangka panjang maupun jangka pendek maka giliran diri sendiri untuk mendeklarasikan dengan penuh percaya diri tujuan tersebut kepada orang-orang terdekat.

Saya yakin semakin potensi diri anak ditingkatkan semakin besar peluang kesuksesan diraih. Jalani segala proses menuju arah tersebut dan satu hal yang paling PENTING sebagai seorang muslim adalah Percaya bahwa Allah senantiasa menolong dan mendengar doa setiap hamba-Nya.
Selamat mengembangkan potensi diri.


Salam,

Wiwik Suryandarini


Mengatasi Anak Yang Ngambek

Assalamu'alaikum

Teman-teman pernah mengalami suasana ketika anak sedang ngambek atau marah?
Saya sering banget apalagi dengan status saya ibu dengan 4 anak, namun saya suka kadang kangen melihat anak ngambek, dengan kata lain suasana ngambek itu bikin ngangenin saya (hehehe)


Menurut saya, ketika anak mengambek, saat itu saya belajar untuk menata hati dan mengendalikan diri untuk tidak terpancing untuk marah juga. Berat?....yap, awalnya amat berat dan seiring waktu saya dapat mengetahui kondisi dan cara untuk menetralkan suasana hati saya maupun anak-anak.

Berikut tips  untuk mengatasi anak yang ngambek atau marah sederhana yang saya lakukan :

1. Kenali hal yang membuat anak marah
    Kenali dengan pasti hal apa yang dapat mendatangkan rasa marah pada diri anak, apakah ia sedang merasa bosan, lapar, mengingnkan sesuatu atau sebab lainnya, Dengan mengetahui hal yang membuatnya marah maka orangtua dapat mencegah kemarahan anak.

2.  Bersikap tenang,,
Anak akan mencontoh diri Anda. Ketika teman-teman bersikap tenang saa ia marah maka anak malah akan mengimbangi ketenangan teman-teman walau mungkin butuh waktu sedikit lama. Hal ini berlaku juga bila anak marah di tempat umum karena hal bila kita memarahinya, kita memberi kesan pada anak bahwa boleh marah dimana saja, so...tetap tenang yah, gendong anak dan bawa ke tempat yang lebih tenang untuk bisa berkomunikasi

3. Tidak mudah terpancing emosi.
    Jika sebagai orangtua sangat mudah emosi, maka akan sangat mudah bagi anak untuk memancing kemarahan Anda sehingga berakhir tanpa ada penyelesaian, yang ada malah saling berteriak. Anda berterian marah kepada anak dan juga seballiknya anak marah akan sikap Anda. Maka sebaiknya sebagai orangtua, kita tetap berkepala dingin, sabar dan bersikap lembut menghadapi anak.

4, Memberi pelukan
    Berdasarkan penngalaman saya, anak akan bersikap tenang ketika kita memeluknya. Rasa nyaman yang timbul akan membuatnya lebih tenang. Setelah ia tenang maka lanjutkan komunikasi dan mengetahui sebab kemarahannya sehingga ada penyelesaian atas amarahnya.

5. Terapi terbaik adalah menahan diri
   Nah ini langkah tingkat dewa (hehehe..maap hanya istilah saja). Hal ini pun masih terus saya lakukan agar tidak menimbulkan penyesalan saya akibat saya tidak dapat menahan diri. Sikap menahan diri ini dapat menimbulkan rasa tenang dan berpikiran jernih untuk melakukan komunikasi yang menyelesaikan masalah.

Semoga tulisan ini bermanfaat.

Wassalam.

Wiwik Suryandarini

Certified Hypnotherapy by IBH
Certified Guru Berprestasi RA
Certified Wanna Be Trainer by Akademi Trainer
Teacher as Coach, etc
Author Oase Cinta Di Pinggiran Jakarta




Peningkatan Manajerial Kepala Sekolah

Tulisan yang saya share kali ini adalah hasil rangkuman dari keikutsertaan saya di acara pelatihan manajerial kepala sekolah RA yang diadakan oleh Kementerian Agama bekerjasama dengan PW IGRA Prov. DKI Jakarta. 

Kepala RA merupakan motor pengerak, penentu  kebijakan  sekolah, yang akan menentukan bagaimana tujuan RA dan pendidikan pada umumya direalisasikan. Sehubungan dengan MBS, kepala RA dituntut untuk senantiasa meningkatkan efektifitas kinerjanya.

Hasil gambar untuk gambar kepala sekolah kartunManajemen sekolah merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kualitas pendidikan. Hal ini disebabkan karena manajemen sekolah secara langsung akan mempengaruhi dan menentukan efektif tidaknya kurikulum, berbagai peralatan belajar, waktu mengajar dan proses pembelajaran.
Kepala RA dituntut untuk dapat melaksanakan kompetensi yang dimilikinya dan tugasnya sehingga menjadikan madrasah yang dipimpinnya dapat lebih baik dari waktu ke waktu. Kompetensi kepala RA yaitu:
1.      Kompetensi Kepribadian
2.      Kompetensi Manajerial
3.      Kompetensi Supervisi
4.      Kompetensi Sosial

TUGAS KEPALA RA
1.    Kepala Sekolah Sebagai Pendidik (Edukator). mengajar di kelasmembimbing gurumembimbing karyawanmembimbing siswamengembangkan stafmengikuti perkembangan IPTEK, dan memberi contoh  Bimbingan Konsling / Karier yang baik.
2.    Kepala Sekolah Sebagai Manajer. menyusun progran sekolah,  menyusun organisasi kepegawaian di Sekolahmenggerakkan staf (guru dan karyawan), dan  mengoptimalkan sumber daya sekolah
3.    Kepala Sekolah Sebagai Administrator. mengelola administrasi KBM dan BK,  mengelola administrasi kesiswaanmengelola administrasi ketenagaanmengola administrasi keuanganmengelola administrasi sarana prasarana, dan mengelola administrasi persuratan
4.    Kepala Sekolah Sebagai Supervisor (Penyelia). menyusun  program supervisi,  melaksanakan program supervisi, dan  memanfaatkan hasil supervise
5.    Kepala Sekolah Sebagai Leader (Pemimpin) memiliki kepribadian yang kuat;  memahami kondisi guru, karyawan, dan siswa dengan baik;   memiliki visi dan memahami misi sekolah,  memiliki kemampuan mengambil keputusan,  dan memiliki kemampuan berkomunikasi.
6.    Kepala Sekolah Sebagai  Inovator. yaitu  kemampuan untuk mencari / menemukan gagasan baru  untuk pembaharuan sekolah, dan kemampuan utuk melaksanakan pembaharuan di sekolah.
7.    Kepala Sekolah sebagai Motivator yaitu kemampuan mengatur lingkungan kerja,  kemampuan mengatur  sarana kerja, dan kemampuan menetapkan prinsip penghargaan dan hukuman (reward and punishment)



Dalam pelatihan ini dijelaskan beberapa tipe kepemimpinan Kepala RA, diantaranya yaitu :
1. Tipe Kepemimpinan Kharismatis:
ü  memiliki kekuatan energi,
ü  daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain,
ü  mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya kharismatik
ü  memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri.
memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar

2. Tipe Kepemimpinan Populis
      Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal,
      tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri.
      Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.

3. Tipe Kepemimpinan Demokratis
      memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya.
      Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan
      penekanan pada rasa tanggungjawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik.

      terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.


Semoga bermanfaat

Wiwik Suryandarini
081290744451

Potential Devekopment Teacher  akan mengadakan pelatihan :
1. Tgl. 5 Agustus 2017 : Pelatihan origami, kirigami dll biaya Rp. 85.000
2. Tgl. 9 September 2017 : Pelatihan Coaching For Teacher biaya Rp. 150.000
3. School Leadership Training

Segera daftarkan diri dan guru-guru di lingkungan sekolah, agar meningkatkan kuallitas guru.



METODE BELAJAR MELALUI BERMAIN INTEGRASI DENGAN NILAI BERAGAMA

METODE BELAJAR MELALUI BERMAIN INTEGRASI
DENGAN NILAI BERAGAMA

Hasil gambar untuk gambar anak soleh


Hal yang menjadi ciri utama pada kegiatan anak usia dini adalah kegiatan bermain. Ya, anak-anak selalu identik dengan bermain. Dunia anak adalah dunia bermain. Bermain terungkap dalam berbagai wujud aktivitas anak-anak. Mereka bermain ketika bernyanyi, menggali tanah, membangun balok-balok warna-warni atau menirukan sesuatu yang dilihat.
Bermain bagi anak usia dini dapat berupa bergerak seperti berlari, melempar bola, memanjat. Bermain bagi anak usia dini juga dapat berupa kegiatan berpikir seperti menyusun puzzle atau mengingat kata-kata pada sebuah lagu. Dapat pula melakukan bermain kreatif dengan menggunakan krayon, plastisin atau tanah liat.
Dalam kehidupan anak, bermain memiliki arti yang sangat penting. Dapat dikatakan bahwa setiap anak yang sehat selalu mempunyai dorongan untuk bermain sehingga dapat dipastikan bahwa anak yang tidak bermain-main pada umumnya dalam keadaan sakit, baik secara jasmani maupun rohani.
Para ahli berkesimpulan bahwa anak adalah makhluk yang aktif dan dinamis.. Kebutuhan-kebutuhan jasmaniah dan rohaniah anak yang mendasar sebagian besar dipenuhi melalui bermain, baik bermain sendiri maupun bermain dengan teman (kelompok). Jadi, bermain itu merupakan kebutuhan anak.

Manfaat Bermain
Oleh karena itu, secara garis besarnya arti bermain bagi anak usia dini memiliki manfaat, antara lain :
Ø Anak memperoleh kesempatan mengembangkan potensi-potensi yang ada padanya
Ø Anak akan memperoleh kesempatan untuk mencoba hal baru
Ø Anak akan menemukan dirinya, yaitu kekuatan dan kelemahannya, kemampuan serta juga minat dan kebutuhannya
Ø Memberikan peluang bagi anak untuk berkembang seutuhnya, baik fisik, intelektual, bahasa dan perilaku (psikososial serta emosional)
Ø Anak terbiasa menggunakan seluruh aspek pancaindranya sehingga terlatih dengan baik
Ø Anak akan berkesempatan untuk berkomunikasi dengan teman sebaya atau orang lain
Ø Secara alamiah memotivasi anak untuk mengetahui sesuatu lebih dalam lagi.
Ø Anak akan mengekspresikan perasaan
Ø Anak akan belajar mengontrol emosi

INTEGRASI KEAGAMAAN
Bermain yang terintegrasi dengan nilai nilai keagamaan menjadi ciri khusus di RA, kegiatan bermain tersebut antara lain :
Ø Mengucapkan salam sebelum kegiatan bermain
Ø Mengucapkan syukur (Alhamdulillah) setelah kegiatan bermain
Ø Mengetahui Pencipta panca indera manusia dan menggunakannya untuk kegiatan yang disukai oleh Allah
Ø Selalu mengucapkan terima kasih bila menerima pemberian orang lain
Ø Dan sebagainya

Kegiatan bermain yang diintegrasikan dengan nilai-nilai keagamaan diharapkan anak didik dapat menjadi anak yang mandiri dan berakhlakul karimah.
Tulisan ini adalah rangkuman dari seluruh kegiatan saya ketika berkunjung ke RA Istiqlal bersama guru-guru RA Kecamatan Sawah Besar.
Semoga bermanfaat.


Wiwik Suryandarini

Potential Development Teacher akan mengadakan kegiatan :
1. Pelatihan kirigami, origami dan keterampilan kertas pada tanggal 5 Agustus 2017 di Jakarta
2. Coaching For Teacher pada tanggal 9 September 2017 di Jakarta
3. School Leadership Training di Jakarta

Kinestetik "Sensing"

Assalamu’alaikum wr.wb.


Alhamdulillah, beberapa hari di bulan penuh berkah ini telah kita jalani, semoga Allah memberikan ampunan dan kasih sayang Nya kepada kita semua, aamiin.

Hasil gambar untuk gambar anak yang memiliki kecerdasan kinestetik
Bila teman-teman mempunyai anak yang suka menari, senang berlari bahkan tidak bisa diam dalam beberapa menit kemunngkinan ia mempunyai kecerdasan kinestetik, so jangan lansung diberi level hiperaktif sebelum datang konsultasi ke seseorang yang ahli dalam bidangnya.

Dimas, anak saya termasuk anak yang tidak bisa diam mulai sejak usia dini hingga saat ini. Dimas duduk di kelas VIII sebuah SMP Negeri di Jakarta Selatan. Alhamdulillah, keaktifannya tersebut membawa ia menjadi juara di beberapa lomba kejuaraan Funakoshi dan sekarang ia sedang ujian untuk bisa membuka kelas atau menjadi asisten pelatih. Demikian juga kakaknya Shifa, jika diistilahkan dalam ilmu STIFIn maka Shifa termasuk Sensing “tulen”. Ia pun sempat menjuarai dua kali kejuaran Funakoshi. Awalnya saya pastinya sama seperti ibu-ibu yang memiliki anak aktif, agak jengkel karena tidak bisa diamnya, namun dengan segala upaya saya mengarahkannya mengikuti kegiatan untuk menyalurkan “keaktifannya”. Walau aktif, mereka termasuk anak yang halus perasaannya, jadi upaya ektra untuk bisa marah yang elegan (hahaha) bila timbul masalah.

Malam ini kita lanjut dengan diskusi anak yang termasuk dalam kecerdasan yang dibahas oleh Howard Garnerd yaitu Multilple Intelegence khusus kecerdasan kinestetik. Anak yang memiliki kecerdasan ini mampu melakukan gerakan-gerakan yang bagus, berlari, menari, membangun sesuatu, semua seni dan hasta karya. Kegiatan yang dapat diprogram untuk anak yang mempunyai kecerdasan kinestetik antara lain : aktivitas fisik, modelling, menari, sport dan lainnya yang berhubungan dengan fisik.

Ada beberapa ciri anak yang mempunyai kecerdasan kinestetik :
  1. Selalu bergerak, tidak bisa diam
  2. Merasa gelisah bila duduk lama
  3. Mengekspresikan diri dengan gerakan tubuh
  4. Mempunyai keterampilan motoric yang baik
  5. Senang berolahraga
  6. Menunjukkan berbagai reaksi fisik ketika sedang belajar
  7. Suka membongkar mainan
  8. Sangat senang bermain yang berhubungan dengan fisik baik motoric kasar maupun halus, seperti menjahit, main plastisin dsb
  9. Mempunyai daya ingat yang baik terutama setelah kegiatan fisik
  10. Pandai meniru gerakan

Bila anak Anda mempunyai kecerdasan ini, jangan dilemahkan tetapi diarahkan dengan upaya-upaya sederhana namun jleb untuk anak, diantaranya :
  1. Meniru gerakan, menebak gerakan
  2. Bermain pesan berantai
  3. Libatkan anak dalam kegiatan menarik, drama, olahraga.
  4. Sediakan beragam permainan kreatif -lilin malam, tanah liat,  blok-- untuk percobaannya.
  5. Berjalan, melompat mendaki, main boling, tenis, atau bersepeda bersama.
  6. Nikmati aktivitas di luar seperti permainan seluncur, ayunan, dan kendaraan.
  7.  Berikan tugas seperti menyapu, menata meja makan, mengosongkan tempat sampah, membantu memasak, dan berkebun.
  8. Bermain menggunakan tubuh untuk mengekspresikan emosi seperti melompat-lompat bila gembira, mengerutkan kening bila marah. berbagai sumber
Silahkan teman-teman mengupayakan kegiatan fisik lainnya agar kecerdasan mereka berkembang dengan baik. Hal terbaik adalah mencoba karena itu merupakan salah satu proses, baru kemudian mengarahkan agar mereka dapat menggali kecerdasannya. Selamat bersenang-senang dengan keaktifan ananda.

Tulisan ini merupakan pengalaman saya pribadi dan beberapa sumber.

Wassalam.

Wiwik Suryandarini
Kepala RA
Promotor Licensed Tes Kecerdasan STIFIn
Founder Yayasan Shifa Safitri dan Rumah Tahsin Shifa
@wiwik_wsurya74
IG : wiwik_gurindam